Halaman

Cara Memilih Sahabat Baik

3 Cara Memilih Teman yang Baik

1. Berpikiran Terbuka

berpikiran terbuka

Berpikir terbuka adalah langkah awal untuk mendapatkan teman. Biarkan orang-orang datang kepada kita atau raihlah mereka yang menurut kita bisa cocok dan sepemikiran dengan kita. Perhatikan mereka dengan saksama, kenali diri mereka masing-masing. Hindari langsung membentuk preasumsi negatif dan berkesimpulan tanpa dasarSetiap orang pasti memiliki alasan di balik perilaku yang mereka tunjukkan, pada kita ataupun pada semua orang. Deteksi alasan-alasan ini agar kita bisa benar tahu apakah mereka akan tulus jika berteman dengan kita atau justru berpotensi menimbulkan masalah di hidup kita.

Tidak semua yang terlihat benar-benar sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Bisa saja orang yang terlihat begitu ramah dan baik pada semuanya justru pada akhirnya mau menang sendiri. Di tahap awal ini, hindari baper dan merasa nyaman terlalu cepat.

Kita harus hati-hati, sebab kita masih belum benar-benar mengenal watak mereka yang asli. Habiskan waktu dengan mereka, senyaman yang kita bisa. Dengarkan perkataan mereka. Sifat asli seseorang juga dapat tercermin melalui perkataannya, lho.

2. Penyesuaian Diri

penyesuaian diri

Setelah mengenal orang-orang di sekitar kita masing-masing, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan diri kita sendiri. Hindari memaksakan diri untuk bisa merasa nyaman, karena kenyamanan tidak bisa dipaksakan dan hanya akan datang dengan sendirinya.
Jika tidak merasa nyaman dengan satu-dua orang atau bahkan satu kelompok teman sepermainan, ada baiknya kita mencari teman yang lebih membuat kita nyaman. Pilih orang-orang yang memang dapat membuat kita lebih mudah untuk menyesuaikan diri, untuk menjadi diri kita sendiri.Hindari berpura-pura menjadi orang lain hanya untuk dapat tetap bergabung dalam suatu kelompok tertentu, padahal kita sama sekali tidak nyaman dan terkekang di dalamnya. Tetap jadi diri kita sendiri, karena kita akan mencari teman yang baik, yang dapat menerima kita apa adanya, bukan menerima kita tapi ada apa-apanya. Hiii….

Jika kita sudah menyesuaikan dan mencoba mendekatkan diri pada orang yang membuat kita merasa cocok untuk dijadikan teman, tetapi orang itu justru merasa sebaliknya, tidak usah dipaksakan.
Mungkin jika kita berlama-lama dengan mereka, mereka akan menyesuaikan diri dan menerima kita. Akan tetapi, sebuah hubungan pertemanan yang tidak didasari oleh ketulusan pada akhirnya tidak akan berjalan dengan baik. Maka, lebih baik kita hindari saja.

3. Memilih dan Menjadi Teman yang Baik

memilih dan menjadi teman yang baik
Mendapatkan teman yang baik itu memang tidak mudah. Bahkan ada orang-orang yang harus bertemu dengan ‘teman-teman’ yang buruk dulu sebelum akhirnya ia mendapatkan teman yang baik. Akan tetapi, teman yang baik itu memang yang seperti apa, sih?
Jika ada seorang teman yang membicarakan rahasia teman dekatnya di depan kita, ketika mereka berdua sedang terlibat masalah, hindari memercayainya dengan penuh. Sebab, siapa yang tahu apakah ia akan benar-benar menjaga rahasia kita jika kita memercayainya, dan tidak menyebarkannya kepada orang lain seperti halnya ia menyebarkan rahasia temannya kepada kita?
Emosi memang menjadi salah satu pemacu refleks yang cukup berperan besar untuk kita secara tidak sadar membeberkan hal-hal yang tidak seharusnya orang lain ketahui. Namun, membiarkan diri terbawa emosi juga tidak sepenuhnya baik, sebab tidak hanya diri kita sendiri yang dirugikan melainkan juga orang lain.

Hindari orang-orang yang ketahuan hanya bisa memanfaatkan kita saja. Misalnya, jika ia hanya datang padamu ketika ia membutuhkan jawaban saat ujian, ia bukan teman yang baik. Kedepannya, ia akan terus bergantung, dan lama-lama hal tersebut justru sangat bikin gerah. Pada akhirnya, kita sendiri yang lelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Headline News

Penyebab Gempa di Lombok Lebih Kuat 7,0 Skala Richter Peta Gempa Lombok yang bermagnitude 7,0 SR, pada pukul 18:46:35 WIB, Ahad, 5 Agu...